اهلا و سهلا بكم

Assalamu'alaikum,,,hi sobat selamat datang di blog sederhana ini. Dalam blog ini aku akan post beberapa artikel dan makalah-makalah ataupun cerpen yang aku harapkan insya Allah bisa memberi manfaat untuk kita semua...Salam perubahan kepada yang lebih baik!!!

Kamis, 19 April 2012

This Is My Journey 2



On The Way Bandara Juanda – Tulungagung,,,
Dalam bus Damri menuju terminal Bungur Asih, aku memilih tempat duduk di samping jendela, sesaat sebelum pintu ditutup, seorang laki-laki bergegas masuk dan langsung duduk di dampingku. Aku taksir dia berusia 25-30 tahun. Belum 5 menit dia duduk “assalamu’alaikum,,, dari mana mas?” tanyaku. “Wa ‘alaikum salam,,,  dari Banjarmasin mas” jawabnya sembari melemparkan senyumnya kepadaku. Sedikit mengangkat kepalaku “Lhaa,,, sama donk, mas naik Lion 313 yang baru mendarat tadi?” kataku. Sembari masih menahan senyumnya “gech mas, mas dari banjar juga?”. “Inggih, dari banjar juga, ini mau ke Tulungagung”.


Percakapan panjang pun terjadi di bus Damri dalam pejalanan kami. Ternyata ma situ bernama Bambang, asli dari Ponorogo. Di Kalimantan dia bekerja sebagai karyawan tambang batubara di daerah Tanjung, dan menetap di sana setelah berhasil mempersunting bunga desa tempat dia bekerja. Sikapnya yang ramah dan baik membuatku tak ragu, aku pun bercerita untuk apa aku kepulau Jawa ini. Dan yang tak kulewatkan bertanya tentang apa yang harus kulakukan sesampainya di Bungur Asih. Dia pun menjelaskan dengan teliti semua hal padaku, lebih lengkap dari apa yang sebelumnya kudengar dari mas Sugito.
Kurang dari satu jam kami tiba di terminal induk Bungur Asih, ada banyak bus untuk menuju ke berbagai kota. Begitu pintu bus dibuka, mas Bambang turun lebih dulu dariku. Ketika dalam bus mas Bambang menyuruhku untuk meletakkan dompet di kantong depan celana, karena di Bungur Asih sangat rawan kejahatan. Saat aku keluar terlihat mas Bambang berdiri disamping bus. Tenyata dia menunggu aku keluar dari bus dan menngajakku untuk mengikutinya. Dia menunjukkan jalan padaku dan mengantarkan aku ke bus yang harus kunaiki untuk sampai Tulungagung. Selama di terminal, tak terhitung ada berapa calo yang menghampiri kami. “Kalau ada calo jangan dihirani”, begitu kata mas Bambang mengingatkan aku. Sampai ketika ada seorang laki-laki berwajah sangar, kurus dan tinggi menghampiri kami dan menanyakan kemana tujuan kami serta menawarkan bus untuk kami. Saat itu mas Bambang mendekap erat pergelangan tanganku dan tak menghiraukan si calo. Kami mempercepat langkah kaki kami namun si calo tetap saja mengikuti kami hingga pada akhirnya dia marah karena tak dihiraukan. Jelas yang jadi objeknya adalah mas Bambang. Jantungku berdetak semakin kencang dan keringat dinginku keluar. Namun mas Bambang masih bisa memberikan senyumnya kepada si calo yang akhirnya meredam amarahnya.
Ya Allah,,, beruntung sekali aku bisa bertemu dengan orang seperti mas Bambang. Apa jadinya kalau seandainya aku tak bertemu dia hari ini. Mungkin saja sesuatu yang tak diinginkan terjadi padaku kan? Jangankan aku, bapak-bapak saja kulihat ada yang berhasil ditarik oleh calo yang sebenarnya jauh lebih belia dariku. Dengan wajah bengong melongo bapak-bapak itu mau saja digiring calo tanpa tau pasti benar ga bus yang ditunjukkan itu tujuannya ke tempat yang dikehendakinya.
Mas Bambang menyarankan agar aku naik bus dari depan gerbang terminal saja, menunggu bus yang akan keluar dengan tujuan Tulungagung. Beruntung begitu kami sampai di depan terminal ada sebuah bus yang keluar tujuan Tulungagung. Mas Bambang pun memanggil bus agar berhenti sesaat, aku pamit sama dia, bersalaman dan mengucap salam, kemudian segera berlari menuju bus. Sekali lagi, senyum mekar mas Bambang yang ditangkap oleh mataku terakhir kali itu, masih bisa kuingat hingga hari ini. Satu hal yang sangat kusesali dan disayangkan, tak sempat aku meminta nomer ponsel dari mas Bambang, begitu juga aku tak sempat memberikan nomer ponselku. Karena memang selama dalam bus Damri dan di terminal aku maupun mas bambang tidak menyentuh ponsel sedikitpun.
Dalam bus Harapan Jaya, aku menyandarkan tubuhku sembari tersenyum mengingat mas Bambang. Terima kasih mas, kebaikanmu akan selalu kukenang, memberikanku pelajaran yang begitu berarti. Semoga setiap saat kebaikanmu dilipatgandakan mas, kebaikan yang akan memberikan kebahagiaan untukmu. Karenamu aku bisa untuk mandiri, karenamu aku mendapat pengalaman berarti dalam hidupku. Suatu saat kelak ketika aku menginjakkan kaki ke pulau jawa, menaiki bus dari bandara sampai kerumah, kau lah yang pertama kuingat, karena kau lah yang mengajarkan aku.

Tulungagung, 20 April 2012
Bersambung lagi ya,,, J hihihi

Tidak ada komentar: